Bagaimana pendapat anda mengenai kecenderungan perkembangan SI terhadap
perikanan tangkap pada saat ini?
Menurut pendapat saya,
kecenderungan perkembangan Sistem Informasi terhadap perikanan tangkap pada
saat ini sudah cukup maju baik di negara-negara yang masih berkembang dan juga negara-negara
maju. Mengapa dapat dikatakan sedemikian rupa yakni dikarenakan oleh sudah
semakin banyaknya hardware (perangkat
keras), software (perangkat lunak),
jaringan-jaringan komunikasi dan sumber-sumber data yang terorganisir dan yang
telah dirubah menjadi suatu informasi yang sangat berguna yang bisa dengan
mudah di mengerti dan di pahami oleh masyarakat luas terlebih lagi oleh para
nelayan. Setelah didapatkannya informasi maka barulah dapat di ambil sebuah
keputusan yang pada akhirnya akan memberikan benefit (manfaat/keuntungan) pada suatu organisasi atau individu
tertentu.
Di Indonesia sendiri perikanan tangkap sudah
semakin berkembang pesat ditambah lagi setelah adanya Sistem Informasi yang
bersifat mobile (bergerak), melalui
adanya data-data yang di dapatkan secara langsung (terjun ke lapangan) dengan
cara mewawancarai nelayan-nelayan tradisional dan nelayan-nelayan modern yang
kemudian di kumpulkan oleh Dinas Perikanan dan juga oleh PSDKP (Pengawas
Sumberdaya Kelautan dan Perikanan) berbekalkan data yang sudah di kumpulkan
maka data tersebut diolah menggunakan software
dan hardware yang dapat membantu
proses pengolahan data untuk mengubahkannya menjadi sebuah informasi, dari informasi
inilah nelayan bisa dengan mudah menetapkan dimanakah daerah penangkapan ikan (fishing ground) yang terdekat dari pesisir
dan pelabuhan ataupun posisi kapal ketika sedang berlayar di suatu perairan
dengan menggunakan GPS(Global Positioning
System) untuk mendeteksi jumlah klorofil, suhu, dan total padatan yang
tersuspensi (total suspended solid)
dan memetakan daerah penangkapan yang baik dan alat tangkap yang dapat di
operasikan di perairan tersebut, dimana hasil tangkapan ikan terbanyak pada
musim tertentu sehingga dapat menghemat bahan bakar (efisien) dan dalam
pengisian perbekalan yang secukupnya untuk selama penangkapan ikan. Dari sistem
informasi juga bisa di dapatkan informasi dimana daerah pembesaran dan
pertumbuhan ikan-ikan kecil (nursery ground)
serta daerah pemijahan (spawning ground) agar tidak dilakukannya penangkapan di
sekitar perairan tersebut agar dapat terciptanya perikanan yang berkelanjutan (sustainable).
Karena perkembangan Sistem Informasi yang
sudah baik jugalah sehingga saat ini sudah mulai diberlakukan pengeboman
kapal-kapal asing yang melakukan illegal
fishing di perairan Indonesia untuk upaya menjaga keanekaragaman hayati (biodiversity) yang kita miliki, dan
mengetahui macam-macam jenis alat tangkap yang digunakan selama penangkapan
ikan oleh nelayan dan dimana alat tangkap tersebut dioperasikan di perairan, sehingga
dapat menghasilkan mutu ikan yang baik dan dapat di konsumsi oleh masyarakat
luas (ekspor) dan bernilai ekonomis tinggi. Dari penjelasan diatas maka dapat
disimpulkan bahwa perkembangan Sistem Informasi saat ini sudah mulai dirasakan
manfaatnya oleh nelayan-nelayan di seluruh dunia dalam proses kegiatan
penangkapan ikan, kecenderungan perkembangan Sistem Informasi perikanan tangkap
saat ini dapat di katakan berdampak positif bagi para nelayan, Dinas Perikanan,
PSDKP dan para pengusaha di sektor ekspor ikan. Namun, Sistem Informasi perikanan
tangkap masih harus terus dikembangkan agar bisa semakin mempermudah pembuatan
dan pengambilan keputusan dalam perikanan tangkap.
