Open Your Eyes, Mind and Heart Always be The Best Be Positives

Saturday, July 26, 2014

Laporan Ikhtiologi Perhitungan Meristik Ikan

LAPORAN PRAKTIKUM IKHTIOLOGI
PERHITUNGAN MERISTIK IKAN


OLEH
Nancy Sabella Nabasa Sirait
1304114943
PSP



lambang unrI HITAM PUTIH
 





























LABORATORIUM BIOLOGI PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berjudul “Perhitungan meristik Ikan” tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Tidak lupa penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada asisten dosen Bang Tri Putra Panggabean karena telah memberikan arahan dan bimbingan sehingga laporan ini dapat disusun.
            Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan, bahasa serta materi yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu penulis menerima kritikan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan praktikum di masa yang akan datang. Semoga laporan praktikum ini bermanfaat bagi kita semua.




           
Pekanbaru, 17 Mei 2014

 

 

 


NANCY SABELLA


DAFTAR ISI
Isi                                                                                                                      Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................................ i
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................            iii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... iv
I.    PENDAHULUAN
      1.1.   Latar Belakang............................................................................................... 1
      1.2.   Tujuan dan Manfaat....................................................................................... 2
II.  TINJAUAN PUSTAKA
III. BAHAN DAN METODE
3.1.      Waktu dan Tempat  .......................................................................... ........... 5
3.2.      Alat dan Bahan        ...................................................................................... 5
3.3.      Metode Praktikum   ...................................................................................... 6
3.4.      Prosedur Praktikum .......................................................................... ........... 6      
           
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN                                            
4.1.      Hasil................................................................................................... ........... 7
4.2.      Pembahasan....................................................................................... ......... 10
V.  KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.   Kesimpulan  ................................................................................................ 12
5.2.            Saran................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 








 

DAFTAR GAMBAR
Gambar                                                                                                           Halaman
1. Ikan mas (Cyprinus carpio)...................................................................................... 7
2. Ikan selais (Kryptopterus lais)................................................................................... 8
3. Ikan patin (Pangasius sutchi)....................................................................... ........... 9



























DAFTAR LAMPIRAN
Isi                                                                                                                      Halaman
1.    Alat-alat yang Digunakan Selama Praktikum
            Buku penuntun................................................................................................ 15
            Gunting bedah ............................................................................................... 15
            Pensil............................................................................................................... 15
            Pena................................................................................................................. 15
            Penggaris......................................................................................................... 15
            Pengahapus .................................................................................................... 15
            Nampan/Baki.................................................................................................. 15
            Serbet.............................................................................................................. 15
2.    Ikan-ikan yang Dipraktikumkan
            Ikan mas (Cyprinus carpio)............................................................................. 16
            Ikan selais (Kryptopterus lais)......................................................................... 16
            Ikan patin (Pangasius sutchi)...................................................................        16
     
           






 

DAFTAR TABEL
Isi                                                                                                                    Halaman
1. Hasil Perhitungan meristik ikan mas (Cyprinus carpio)...............................             8
2. Hasil Perhitungan meristik ikan Selais (Kryptopterus lais).........................              9
3. Hasil Perhitungan meristik ikan patin (Pangasius sutchi) ..........................            10

 
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ciri meristik adalah ciri  yang berkaitan dengan jumlah bagian tertentu dari tubuh ikan misalnya : pada sirip, sisik dan insang.  Susunan tubuh ikan yang satu dengan yang lain berbeda sesuai dengan jenisnya, namun demikian pada umumnya ikan mempunyai ciri-ciri meristik.
Ikan merupakan mahluk hidup bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin (poikilothermal), hidup dalam lingkungan air, gerakan dan keseimbangan badannya menggunakan sirip dan umumnya bernafas dengan insang.
Keingintahuan atas kehidupan ikan baik di perairan darat maupun di perairan laut, mendorong manusia untuk mengadakan penelitian untuk mengungkap seluk – beluk kehidupan ikan. Dari abad 5 SM, Aristoteles telah mulai mengelompokkan makhluk hidup dalam dua kelompok, yakni dunia Hewan (Animalia) dan dunia Tumbuhan (Plantae). Seiring kebutuhan manusia akan informasi yang lebih detail, penelitian dalam bidang perikanan menjadi semakin lengkap di era modern ini.
(Saanin, 1984 dalam Zandi, 2012) menyatakan untuk mengidentifikasi ikan harus diperhatikan sifat-sifatnya, tanda-tanda dan bentuk serta bagian-bagian dari tubuh ikan yaitu rumus sirip, perbandingan panjang dengan tinggi, bentuk garis rusuk dan jumlah garis sisik yang meliputi garis rusuk tersebut bentuk sisik dan gigi beserta susunan tulang-tulang insang. Menurut Kottelat et al  (1992 dalam  Martuah, 2011), bentuk badan ikan dapat memberikan informasi yang  meyakinkan  mengenai ekologi dan perilakunya. Sistim anatomi ikan secara garis besar dapat dikatakan sama, tetapi karena habitat atau tepat hidupnya berbeda, tidak jarang sistim anatomi ikan terssebut dapat termodifikasi baik bentuk dan fungsinya.
Praktikum linnea lateralis, perhitungan sisik dan morphometrik ikan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam usaha mengklasifikasi ikan bagi peneliti dan mahasiswa serta menambah khazanah ilmu bagi para mahasiswa. Diharapkan kemajuan informasi ini dapat didayagunakan dengan arif dan efektif, agar dapat bermanfaat bagi para peneliti, nelayan dan seluruh civitas di dunia perikanan.
1.2. Tujuan dan Manfaat
            Tujuan dari pratikum Perhitungan Meristik Ikan adalah meningkatkan pemahaman praktikan dalam mempelajari ikan khususnya menghitung jari – jari sirip ikan, susunan linea lateralis, bentuk linea lateralis, dan jumlah sisik     Manfaat dari pratikum ini adalah praktikan dapat mengetahui bagaimana cara perhitungan meristik pada tubuh ikan.











II. TINJAUAN PUSTAKA
Linnea lateralis pada ikan adalah suatu garis pada tubuh yang dibentuk oleh pori, jadi linnea lateralis ini dapat ditemukan pada ikan yang bersisik maupun yang tidak bersisik. Bentuk linnea lateralis umumnya bervariasi demikian juga jumlah sisik yang membentuk linnea lateralis (Manda,et.al, 2013).
Sirip  pada ikan terdiri dari sirip punggung atau dorsal (D), sirip dada atau sirip pectoral (P), sirip perut atau sirip ventral (V), sirip anus atau anal (A), dan sirip ekor atau sirip caudal (C), dari kelima sirip tersebut ada yang bersifat ganda seperti sirip perut dan sirip dada, ada juga yang bersifat tunggal seperti sirip punggung dan sirip ekor. Tidak semua jenis ikan yang ada dimuka bumi mempunyai kelima sirip tersebut secara sempurna, melainkan ada yang tidak sempurna atau lengkap. Jari jari sirip pada kelima sirip tersebut ada yang disebut jari jari lunak, jari jari keras, jari jari lemah mengeras (Manda et al, 2013).
Menurut Kottelat et al (1992 dalam Martuah, 2011), bentuk badan ikan dapat memberikan informasi yang meyakinkan mengenai ekologi dan perilakunya. Sistim anatomi ikan secara garis besar dapat dikatakan sama, tetapi karena habitat atau tepat hidupnya berbeda, tidak jarang sistim anatomi ikan terssebut dapat termodifikasi baik bentuk dan fungsinya.
Saanin (1984 dalam Martuah, 2011) mengatakan bahwa untuk mengidentifikasi ikan harus diperhatikan tanda – tanda, bentuk dan bagian bentuk tubuh ikan yaitu rumus sirip, perbandingan panjang dan tinggi, bentuk garis rusuk tersebut, bentuk sisik dan gigi beserta susunannya, tulang ingsang. Oleh karena itu satu macam ikan berbeda besarnya disebabkan oleh umur atau kadang – kadang oleh tempat hidupnya.
Jumlah sisik pada ikan dapat ditemui didepan sirip punggung, yaitu jumlah sisik yang dilalui oleh garis yang ditarik dari permulaan sirip punggung sampai ke belakang kepala, jumlag sisik juga terdapat pada pipi yaitu jumlah baris sisik yang dilalui oleh garis yang ditarik dari mata sampai ke sudut preoperculum, jumlah sisik disekeliling badan, jumlah sisik batang ekor, jumlah sisik pada garis rusuk, dan jumlah sisik atas dan bawah garis rusuk (Kottelat et al, 1993 dalam Anonim, 2006)
Patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar asli Indonesia yang tersebar di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. Daging ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat dan gurih sehingga digemari oleh masyarakat. Ikan patin dinilai lebih aman untuk kesehatan karena kadar kolesterolnya rendah dibandingkan dengan daging hewan ternak. Selain itu ikan patin memilki beberapa kelebihan lain, yaitu ukuran per individunya besar dan di alam panjangnya bisa mencapai 120 cm (Susanto dan Amri, 2002).





II. BAHAN DAN METODE
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Ikhtiologi mengenai “ Perhitungan Meristik Ikan ” dilaksanakan pada hari kamis tanggal 15 Mei 2014, bertempat di Laboratorium Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Jalan Bina Widya Km 12,5 Panam, Pekanbaru.
3.2. Bahan dan Alat
            Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum “ Perhitungan Meristik Ikan ” adalah Ikan mas (Cyprinus carpio), Ikan Selais (Kryptopterus lais), Ikan Patin (Pangasius sutchi), Ikan tambakan (Helostoma temmincki), Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis), Ikan Senangin (Eleutheronema tetradactylum), Ikan Merah/Kakap Merah (Lutjanus gibbus), Ikan Kembung Jantan (Scomber kanagurta), Ikan Gabus (Channa striata), Ikan lomek (Harpodon neherous).
            Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah nampan untuk meletakan ikan, penggaris untuk pengukur panjang, tinggi dan lebar ikan, buku penuntun pratikum untuk menggambar ikan dan menjadi pedoman mengenai hal – hal tentang ikan yang dipraktikumkan, serbet dan tissue untuk membersihkan tangan, masker untuk menutup bagian mulut dan hidung agar terhindar dari bau formalin, sarung tangan untuk melindungi tangan agar terhindar dari formalin pada saat memegang ikan, serta alat tulis berupa pensil dan pena untuk menggambar dan menulis keterangan gambar.


3.3. Metode Praktikum
Metode yang digunakan dalam  praktikum ini adalah pengamatan secara langsung pada ikan yang di praktikumkan. Semua hal yang menyangkut dan berhubungan dengan perhitungan meristik ikan harus diperhatikan dan diamati dengan teliti.
3.4. Prosedur Praktikum
Dalam praktikum ini pertama sekali kita mengamati ikan yang telah ditentukan untuk dipraktikumkan. Ikan yang telah diletakkan di atas nampan untuk diamati kemudian di gambar morfologinya dibuku penuntun praktikum ikhtiologi lengkap dengan  klasifikasinyaSetelah itu dilanjutkan dengan melakukan perhitungan jumlah jari – jari sirip yang terdiri dari jari – jari lemah, jari – jari lemah mengeras dan jari – jari keras. Sebelum menghitung jari – jari tersebut, praktikan harus benar – benar mengetahui masing – masing dari jenis jari – jari sirip pada ikan yang dipraktikumkan. Setelah menghitung jari – jari sirip, praktikan melakukan pengamatan tentang susunan linea lateralis. Praktikan menentukan susunan linea lateralis apa yang terdapat pada ikan yang diamati, lengkap dan sempurna, lengkap tetapi tidak sempurna, atau tidak lengkap. Kemudian, menentukan bentuk linea lateralis. Dan terakhir menghitung jumlah sisik pada ikan, jika ikan yang diamati oleh praktikan termasuk dalam ikan yang bersisik.     




IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Berikut ini hasil perhitungan meristik jenis ikan. Terdiri dari Ikan Mas (Cyprinus carpio), Ikan Selais (Kryptopterus lais) dan Ikan Patin (Pangasius sutchi) yang telah diamati pada saat praktikum di laboratorium :
4.1. 1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
 












Gambar1. Ikan  Mas(Cyprinus carpio)
            Ikan Mas (Cyprinus carpio)  adalah Ikan yang habitatnya berada di perairan tawar. Ukuran tubuh ikan TL= 17,5 cm, SL= 14,5 cm, dan BDH= 5 cm.

Klasifikasi Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Ordo                : Cypriniformes
Famili              : Cyprinidae
Genus              : Cyprinus
Spesies            : Cyprinus carpio
No.
 Meristik           Jumlah
1.
 D                       XI. 7
2.
 P1                     VII. 8
 P2                     VI. 6-7
3.
 V1                     I. 9
 V2                     I. 8
4.
 A                       IV. 2
5.
 C                       VI. 4-5
Tabel 1. Hasil Perhitungan Jari – Jari Sirip Ikan Mas (Cyprinus carpio)

4.1.2. Ikan selais (Kryptopterus lais)
 








Gambar 2. Ikan selais (Kryptopterus lais)
           
            Ikan selais (Kryptopterus lais) adalah ikan yang habitatnya berada di perairan tawar. TL=19 cm, SL = 18 cm, dan BDH =5 cm (skala 1:2)

Klasifikasi Ikan selais (Kryptopterus lais)
Ordo                : Siluriformes
Famili              : Siluridae
Genus              : Kryptopterus
Spesies            : Kryptopterus lais
No.
 Meristik        Jumlah
1.
 D                    1  
2.
 P1                  I.  7.4
 P2                  I. 7.4
3.
 V1                  4-5
 V2                  4-5
4.
 A                   50-56
5.
 C                   10-11
Tabel 2. Hasil Perhiitungan Meristik Ikan Selais (Kryptopterus lais)

4.1.3. Ikan Patin (Pangasius sutchi)
 









Gambar 3. ikan Patin (Pangasius sutchi)
           
            Ikan Patin (Pangasius sutchi) adalah ikan yang habitatnya berada di perairan tawar. Ukuran tubuh ikan TL: 29 cm, SL: 26 cm, dan BDH: 6,5 cm.


No.
Meristik           Jumlah
1
D
2.
P1                     I.8
P2                     I. 6
3.
V1                    I.5
V2                    II. 7
4.
A                      III. 25
5.
C                      VI. 13
Tabel 2. Hasil Perhitungan Jari – Jari Sirip Ikan Patin

4.2. Pembahasan
            4.2.1. Ikan Mas
Berdasarkan pengamatan pada Ikan mas didapatkan bahwa pada bagian sirip dorsal mempunyai 11 jari-jari sirip keras dan mempunyai 7 jari-jari sirip lemah. Pada bagian sirip Pectoral 1 mempunyai 7 jari-jari sirip keras dan mempunyai 8 jari-jari sirip lemah, sedangkan pada sirip Pectoral 2 mempunyai 6 jari-jari keras dan 6-7 jari-jari sirip lemah. Pada bagian sirip Ventral 1 mempunyai 1 jari-jari keras dan 9 jari-jari sirip lemah sedangkan pada sirip Ventral 2 mempunyai 1 jari-jari sirip keras dan 8 jari-jari sirip lemah. Pada bagian sirip Anal mempunyai 4 jari-jari keras dan 2 jari-jari sirip lemah. Pada bagian sirip Caudal mempunyai 6 jari-jari keras dan 4-5 jari-jari sirip lemah. Linea lateralis pada Ikan  mas mempunyai panjang 10-11 cm. Ikan mas mempunyai sisik yaitu, sisik depan sirip punggung pada sebelah kiri berjumlah 8 dan pada bahagian sebelah kanan berjumlah 9, sisik pipi (ikan mas tidak mempunyai sisik pada pipinya), sisik keliling badan sebanyak 36 sisik, sisik batang ekor pada bagian sebelah kiri berjumlah 8 sisik dan pada bagian kanan berjumlah 9 sisik, sisik garis rusuk berjumlah 36 sisik, dan sisik atas dan bawah garis rusuk pada bagian atas rusuk berjumlah 10 sisik dan pada bagian bawah garis rusuk berjumlah 7 sisik.
4.2.2. Ikan Selais
Susunan linea lateralis pada ikan selais lengkap dan sempurna yang marupakan garis lurus atau melengkung yang memanjang dari sudut atas operculum sampai ke batas pangkal sirip ekor. Jari-jari sirip dorsal mempunyai 1 jari-jari lemah. Jari-jari sirip pectoralis 1 mempunyai 1 jari-jari keras, 7 jari-jari lemah mengeras, dan 4 jari-jari lemah sedangkan pada jari-jari sirip pectoralis 2 mempunyai 1 jari-jari keras, 7 jari-jari lemah mengeras, dan 4 jari-jari lemah. Jari-jari sirip ventral 1 mempunyai 4-5 jari-jari lemah mengeras dan begitu juga dengan jari-jari sirip ventral 2. Pada jari-jari sirip Anal mempunyai 50-60 jari-jari lemah. Dan pada jari-jari sirip Caudal mempunyai 10-11 jari-jari lemah. Ikan Selais tidak mempunyai sisik.
4.2.3. ikan Patin
Ikan Patin memiliki linea lateralis yang lengkap dan sempurna (merupakan garis lurus atau melengkung yang memanjang dari sudut atas operculum sampai kebatas pangkal sirip ekor, menyerupai garis lurus) dengan panjang 20 cm-22 cm. Pada Ikan Patin yang diamati tidak memiliki sirip dorsal (akibat cacat atau tidak utuh). Pada jari-jari sirip Pectoral 1 mempunyai 1 jari-jari keras dan 8 jari-jari sirip lemah, sedangkan pada jari-jari sirip Pectoral 2 memp1 jari-jari keras dan 6 jari-jari sirip lemah. Jari-jari sirip Ventral 1 mempunyai 1 jari-jari keras dan 5 jari-jari sirip lemah sedangkan pada jari-jari sirip Ventral 2 mempunyai 1 jari-jari keras dan 7 jari-jari sirip lemah. Jari-jari sirip Anal mempunyai 3 jari-jari sirip keras dan 25 jari-jari sirip lemah. Jari-jari sirip Caudal mempunyai 4 jari-jari sirip keras dan 13 jari-jari sirip lemah. Ikan Patin tidak memiliki sisik.


V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
            Setiap ikan memiliki keadaan tubuh yang sesuai dengan bagaimana caranya hidup didalam lingkungannya. Tiap spesies ikan mempunyai ciri-ciri yang berbeda antara spesies yang satu dengan spesies yang lain. Salah satu  perbedaan dapat dilihat dari jumlah jari – jari sirip,  susunan linea lateralis, bentuk linea lateralis, dan jumlah sisik pada ikan.
Dari hasil praktikum di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa tidak semua ikan yang terdapat di alam mempunyai kelima sirip tersebut di atas secara sempurna. Serta terdapat juga perbedaan yang mendasar rmengenai jumlah jari-jari keras, lemah mengeras, dan lemah dari sirip ikan tersebut.
5.2. Saran
            Dalam pelaksanaan praktikum, hendaknya praktikan melakukan pengamatan secara spesifik dan lebih berhati-hati, dalam hal perhitungan jumlah dan jenis jari – jari pada ikan yang diamati, bentuk dan susunan linea lateralis, dan  jumlah sisik, agar tidak terjadi kesalahan dan dapat memperoleh hasil yang maksimal.







DAFTAR PUSTAKA
              Anonim, 2006. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu            Kelautan UNRI. Tidak diterbitkan
              Anonim, 2011. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu            Kelautan UNRI. Tidak diterbitkan
              Erwan, 2013. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNRI. Tidak diterbitkan
              Manda, R., I. Lukystiowati, C. Pulungan dan Budijono. 2011. Penuntun    Praktikum Ichtyology.Universitas Riau. Pekanbaru.
              Martuah, 2011. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu           Kelautan UNRI. Tidak diterbitkan
              Susanto, H dan Amri, K. 2002. Budi Daya Ikan Patin. Penebar Swadaya. Jakarta.
                          90 hal.
              Triana, 2004. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu   Kelautan UNRI. Tidak diterbitkan













 



LAMPIRAN





1.Alat-alat Yang Digunakan Selama Praktikum

Image185.jpg                                         Gunting Bedah Standard Lurus.JPG

04032009171PeNsiL               Buku Penuntun                                                      Gunting Bedah                                                                                                      




PengHapus04032009170                    Pensil                                                                        Pena                                                                                                                                              





                  Penggaris                                                  Penghapus
Kain lap11032009184


             Nampan / Baki                                                                 Serbet
2. Bahan yang digunakan selama praktikum
Tampan-20140515-01852.jpg
Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Tampan-20140515-01858.jpg
Ikan Selais (Kryptopterus lais)

Tampan-20140515-01860.jpg
Ikan Patin (Pangasius sutchi)






No comments:

Post a Comment