LAPORAN PRAKTIKUM IKHTIOLOGI
PERHITUNGAN
MERISTIK IKAN
OLEH
Nancy
Sabella Nabasa Sirait
1304114943
PSP
![]() |
LABORATORIUM BIOLOGI PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2014
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berjudul “Perhitungan meristik Ikan” tepat pada
waktu yang telah ditentukan.
Tidak lupa penulis mengucapkan
rasa terima kasih kepada asisten dosen Bang Tri Putra Panggabean karena telah
memberikan arahan dan bimbingan sehingga laporan ini dapat disusun.
Penulis menyadari bahwa dalam
penulisan laporan ini terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan, bahasa
serta materi yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu penulis menerima
kritikan yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan praktikum di masa
yang akan datang. Semoga laporan praktikum ini bermanfaat bagi kita semua.
Pekanbaru,
17 Mei 2014
NANCY SABELLA
Isi Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................................ i
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... iv
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2. Tujuan
dan Manfaat....................................................................................... 2
II. TINJAUAN
PUSTAKA
III. BAHAN DAN METODE
3.1. Waktu dan Tempat .......................................................................... ........... 5
3.2. Alat dan Bahan ...................................................................................... 5
3.3. Metode Praktikum ...................................................................................... 6
3.4. Prosedur Praktikum .......................................................................... ........... 6
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil................................................................................................... ........... 7
4.2.
Pembahasan....................................................................................... ......... 10
V. KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1. Kesimpulan ................................................................................................ 12
5.2. Saran................................................................................................... 12
LAMPIRAN
Gambar Halaman
1. Ikan mas (Cyprinus carpio)...................................................................................... 7
2. Ikan selais (Kryptopterus lais)................................................................................... 8
3. Ikan patin (Pangasius sutchi)....................................................................... ........... 9
Isi Halaman
1. Alat-alat yang Digunakan Selama Praktikum
Buku penuntun................................................................................................ 15
Gunting bedah ............................................................................................... 15
Pensil............................................................................................................... 15
Pena................................................................................................................. 15
Penggaris......................................................................................................... 15
Pengahapus .................................................................................................... 15
Nampan/Baki.................................................................................................. 15
Serbet.............................................................................................................. 15
2. Ikan-ikan yang Dipraktikumkan
Ikan mas (Cyprinus carpio)............................................................................. 16
Ikan selais (Kryptopterus lais)......................................................................... 16
Ikan patin (Pangasius sutchi)................................................................... 16
DAFTAR TABEL
Isi Halaman
1. Hasil Perhitungan meristik ikan mas
(Cyprinus carpio)............................... 8
2. Hasil Perhitungan meristik ikan
Selais (Kryptopterus lais)......................... 9
3. Hasil Perhitungan meristik ikan patin
(Pangasius sutchi) .......................... 10
I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ciri meristik adalah ciri yang berkaitan dengan jumlah bagian
tertentu dari tubuh ikan misalnya : pada sirip, sisik dan insang. Susunan tubuh ikan yang satu dengan yang lain berbeda
sesuai dengan jenisnya, namun demikian pada umumnya ikan mempunyai ciri-ciri
meristik.
Ikan
merupakan mahluk hidup bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin
(poikilothermal), hidup dalam lingkungan air, gerakan dan keseimbangan badannya
menggunakan sirip dan umumnya bernafas dengan insang.
Keingintahuan
atas kehidupan ikan baik di perairan darat maupun di perairan laut, mendorong
manusia untuk mengadakan penelitian untuk mengungkap seluk – beluk kehidupan
ikan. Dari abad 5 SM, Aristoteles telah mulai mengelompokkan makhluk hidup
dalam dua kelompok, yakni dunia Hewan (Animalia) dan dunia Tumbuhan (Plantae).
Seiring kebutuhan manusia akan informasi yang lebih detail, penelitian dalam
bidang perikanan menjadi semakin lengkap di era modern ini.
(Saanin,
1984 dalam Zandi, 2012) menyatakan
untuk mengidentifikasi ikan harus diperhatikan sifat-sifatnya, tanda-tanda dan
bentuk serta bagian-bagian dari tubuh ikan yaitu rumus sirip, perbandingan
panjang dengan tinggi, bentuk garis rusuk dan jumlah garis sisik yang meliputi
garis rusuk tersebut bentuk sisik dan gigi beserta susunan tulang-tulang
insang. Menurut Kottelat et al (1992 dalam Martuah,
2011), bentuk
badan ikan dapat memberikan informasi yang meyakinkan mengenai
ekologi dan perilakunya. Sistim anatomi ikan
secara garis besar dapat dikatakan sama, tetapi karena habitat atau tepat
hidupnya berbeda, tidak jarang sistim anatomi ikan terssebut dapat
termodifikasi baik bentuk dan fungsinya.
Praktikum
linnea lateralis, perhitungan sisik dan morphometrik ikan ini diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi dalam usaha mengklasifikasi ikan bagi peneliti dan
mahasiswa serta menambah khazanah ilmu bagi para mahasiswa. Diharapkan kemajuan
informasi ini dapat didayagunakan dengan arif dan efektif, agar dapat
bermanfaat bagi para peneliti, nelayan dan seluruh civitas di dunia perikanan.
1.2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pratikum Perhitungan Meristik Ikan adalah meningkatkan pemahaman praktikan dalam mempelajari ikan khususnya menghitung jari – jari sirip ikan, susunan linea
lateralis, bentuk linea lateralis, dan jumlah sisik Manfaat
dari pratikum ini adalah praktikan dapat mengetahui bagaimana cara perhitungan meristik pada tubuh
ikan.
Linnea
lateralis pada ikan adalah suatu garis pada tubuh yang dibentuk oleh pori, jadi
linnea lateralis ini dapat ditemukan pada ikan yang bersisik maupun yang tidak
bersisik. Bentuk linnea lateralis umumnya bervariasi demikian juga jumlah sisik
yang membentuk linnea lateralis (Manda,et.al, 2013).
Sirip pada
ikan terdiri dari sirip punggung atau dorsal (D), sirip dada atau sirip
pectoral (P), sirip perut atau sirip ventral (V), sirip anus atau anal (A), dan
sirip ekor atau sirip caudal (C), dari kelima sirip tersebut ada yang bersifat
ganda seperti sirip perut dan sirip dada, ada juga yang bersifat tunggal
seperti sirip punggung dan sirip ekor. Tidak semua jenis ikan yang ada dimuka
bumi mempunyai kelima sirip tersebut secara sempurna, melainkan ada yang tidak
sempurna atau lengkap. Jari jari sirip pada kelima sirip tersebut ada yang
disebut jari jari lunak, jari jari keras, jari jari lemah mengeras (Manda et
al, 2013).
Menurut Kottelat et al (1992 dalam Martuah, 2011), bentuk badan ikan dapat memberikan informasi yang
meyakinkan mengenai ekologi dan perilakunya. Sistim anatomi ikan
secara garis besar dapat dikatakan sama, tetapi karena habitat atau tepat
hidupnya berbeda, tidak jarang sistim anatomi ikan terssebut dapat
termodifikasi baik bentuk dan fungsinya.
Saanin (1984 dalam Martuah, 2011) mengatakan bahwa untuk mengidentifikasi ikan
harus diperhatikan tanda – tanda, bentuk dan bagian bentuk tubuh ikan yaitu
rumus sirip, perbandingan panjang dan tinggi, bentuk
garis rusuk tersebut, bentuk sisik dan gigi beserta susunannya, tulang ingsang.
Oleh karena itu satu macam ikan berbeda besarnya disebabkan oleh umur atau
kadang – kadang oleh tempat hidupnya.
Jumlah sisik pada ikan dapat ditemui didepan sirip
punggung, yaitu jumlah sisik yang dilalui oleh garis yang ditarik dari
permulaan sirip punggung sampai ke belakang kepala, jumlag sisik juga terdapat
pada pipi yaitu jumlah baris sisik yang dilalui oleh garis yang ditarik dari
mata sampai ke sudut preoperculum, jumlah sisik disekeliling badan, jumlah
sisik batang ekor, jumlah sisik pada garis rusuk, dan jumlah sisik atas dan
bawah garis rusuk (Kottelat et al, 1993 dalam Anonim, 2006)
Patin
merupakan jenis ikan konsumsi air tawar asli Indonesia yang tersebar di
sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. Daging ikan patin memiliki kandungan
kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat dan
gurih sehingga digemari oleh masyarakat. Ikan patin dinilai lebih aman untuk
kesehatan karena kadar kolesterolnya rendah dibandingkan dengan daging hewan
ternak. Selain itu ikan patin memilki beberapa kelebihan lain, yaitu ukuran per
individunya besar dan di alam panjangnya bisa mencapai 120 cm (Susanto dan
Amri, 2002).
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Ikhtiologi mengenai “ Perhitungan Meristik Ikan ” dilaksanakan pada hari kamis tanggal 15 Mei 2014, bertempat di Laboratorium
Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan Universitas Riau Jalan Bina
Widya Km 12,5 Panam, Pekanbaru.
3.2. Bahan dan Alat
Adapun
bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum “ Perhitungan
Meristik Ikan ” adalah Ikan mas (Cyprinus carpio), Ikan Selais (Kryptopterus lais), Ikan Patin (Pangasius sutchi), Ikan tambakan (Helostoma temmincki), Ikan Selar Kuning
(Selaroides leptolepis), Ikan
Senangin (Eleutheronema tetradactylum),
Ikan Merah/Kakap Merah (Lutjanus gibbus),
Ikan Kembung Jantan (Scomber kanagurta),
Ikan Gabus (Channa striata), Ikan
lomek (Harpodon neherous).
Sedangkan alat-alat yang
digunakan adalah nampan untuk meletakan ikan, penggaris untuk pengukur
panjang, tinggi dan lebar ikan, buku penuntun pratikum untuk menggambar ikan dan menjadi pedoman
mengenai hal – hal tentang ikan yang dipraktikumkan, serbet dan tissue untuk membersihkan tangan, masker untuk menutup bagian mulut dan hidung
agar terhindar dari bau formalin, sarung tangan untuk melindungi tangan agar
terhindar dari formalin pada saat memegang ikan, serta alat tulis berupa pensil dan pena untuk menggambar dan menulis
keterangan gambar.
3.3. Metode Praktikum
Metode
yang digunakan dalam praktikum ini
adalah pengamatan secara langsung pada ikan yang di praktikumkan. Semua
hal yang menyangkut dan berhubungan dengan perhitungan meristik ikan harus
diperhatikan dan diamati dengan teliti.
3.4. Prosedur Praktikum
Dalam praktikum ini pertama sekali kita mengamati ikan yang telah ditentukan untuk
dipraktikumkan. Ikan yang telah diletakkan di atas nampan untuk diamati kemudian di gambar morfologinya dibuku penuntun
praktikum ikhtiologi lengkap dengan klasifikasinya. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan
perhitungan jumlah jari – jari
sirip yang terdiri dari jari – jari lemah, jari – jari lemah mengeras dan jari
– jari keras. Sebelum menghitung jari – jari tersebut, praktikan harus benar –
benar mengetahui masing – masing dari jenis jari – jari sirip pada ikan yang
dipraktikumkan. Setelah menghitung jari – jari sirip, praktikan melakukan
pengamatan tentang susunan linea lateralis. Praktikan menentukan susunan linea
lateralis apa yang terdapat pada ikan yang diamati, lengkap dan sempurna,
lengkap tetapi tidak sempurna, atau tidak lengkap. Kemudian, menentukan bentuk
linea lateralis. Dan terakhir menghitung jumlah sisik pada ikan, jika ikan yang
diamati oleh praktikan termasuk dalam ikan yang
bersisik.
4.1. Hasil
Berikut ini
hasil perhitungan meristik jenis ikan. Terdiri dari Ikan Mas (Cyprinus carpio), Ikan Selais (Kryptopterus lais) dan Ikan Patin (Pangasius sutchi) yang telah diamati
pada saat praktikum di laboratorium :
4.1. 1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Gambar1. Ikan
Mas(Cyprinus carpio)
Ikan Mas
(Cyprinus carpio) adalah Ikan yang habitatnya berada di
perairan tawar. Ukuran tubuh ikan TL= 17,5 cm, SL= 14,5 cm, dan BDH= 5 cm.
Klasifikasi Ikan Mas
(Cyprinus carpio)
Ordo :
Cypriniformes
Famili :
Cyprinidae
Genus :
Cyprinus
Spesies :
Cyprinus carpio
No.
|
Meristik Jumlah
|
1.
|
D XI. 7
|
2.
|
P1 VII. 8
P2 VI. 6-7
|
3.
|
V1 I. 9
V2 I. 8
|
4.
|
A IV. 2
|
5.
|
C VI. 4-5
|
Tabel 1. Hasil
Perhitungan Jari – Jari Sirip Ikan Mas (Cyprinus carpio)
4.1.2. Ikan selais (Kryptopterus lais)
![]() |
Gambar 2. Ikan selais
(Kryptopterus lais)
Ikan selais (Kryptopterus lais) adalah
ikan yang habitatnya berada di perairan tawar. TL=19 cm, SL = 18 cm, dan BDH =5
cm (skala 1:2)
Klasifikasi Ikan selais (Kryptopterus lais)
Ordo :
Siluriformes
Famili :
Siluridae
Genus :
Kryptopterus
Spesies :
Kryptopterus lais
No.
|
Meristik Jumlah
|
1.
|
D 1
|
2.
|
P1 I. 7.4
P2 I. 7.4
|
3.
|
V1 4-5
V2 4-5
|
4.
|
A 50-56
|
5.
|
C 10-11
|
Tabel 2. Hasil
Perhiitungan Meristik Ikan Selais (Kryptopterus
lais)
4.1.3. Ikan Patin (Pangasius sutchi)
Gambar 3. ikan
Patin (Pangasius sutchi)
Ikan
Patin (Pangasius sutchi) adalah ikan yang habitatnya berada di
perairan tawar. Ukuran tubuh ikan TL: 29 cm, SL: 26 cm, dan BDH: 6,5 cm.
No.
|
Meristik
Jumlah
|
1
|
D
|
2.
|
P1 I.8
P2 I. 6
|
3.
|
V1
I.5
V2
II. 7
|
4.
|
A
III. 25
|
5.
|
C
VI. 13
|
Tabel 2. Hasil
Perhitungan Jari – Jari Sirip Ikan Patin
4.2.
Pembahasan
4.2.1. Ikan Mas
Berdasarkan
pengamatan pada Ikan mas didapatkan bahwa pada bagian sirip dorsal mempunyai 11
jari-jari sirip keras dan mempunyai 7 jari-jari sirip lemah. Pada bagian sirip
Pectoral 1 mempunyai 7 jari-jari sirip keras dan mempunyai 8 jari-jari sirip
lemah, sedangkan pada sirip Pectoral 2 mempunyai 6 jari-jari keras dan 6-7
jari-jari sirip lemah. Pada bagian sirip Ventral 1 mempunyai 1 jari-jari keras
dan 9 jari-jari sirip lemah sedangkan pada sirip Ventral 2 mempunyai 1
jari-jari sirip keras dan 8 jari-jari sirip lemah. Pada bagian sirip Anal
mempunyai 4 jari-jari keras dan 2 jari-jari sirip lemah. Pada bagian sirip
Caudal mempunyai 6 jari-jari keras dan 4-5 jari-jari sirip lemah. Linea
lateralis pada Ikan mas mempunyai
panjang 10-11 cm. Ikan mas mempunyai sisik yaitu, sisik depan sirip punggung
pada sebelah kiri berjumlah 8 dan pada bahagian sebelah kanan berjumlah 9,
sisik pipi (ikan mas tidak mempunyai sisik pada pipinya), sisik keliling badan
sebanyak 36 sisik, sisik batang ekor pada bagian sebelah kiri berjumlah 8 sisik
dan pada bagian kanan berjumlah 9 sisik, sisik garis rusuk berjumlah 36 sisik,
dan sisik atas dan bawah garis rusuk pada bagian atas rusuk berjumlah 10 sisik
dan pada bagian bawah garis rusuk berjumlah 7 sisik.
4.2.2.
Ikan Selais
Susunan
linea lateralis pada ikan selais lengkap dan sempurna yang marupakan garis
lurus atau melengkung yang memanjang dari sudut atas operculum sampai ke batas
pangkal sirip ekor. Jari-jari sirip dorsal mempunyai 1 jari-jari lemah.
Jari-jari sirip pectoralis 1 mempunyai 1 jari-jari keras, 7 jari-jari lemah
mengeras, dan 4 jari-jari lemah sedangkan pada jari-jari sirip pectoralis 2
mempunyai 1 jari-jari keras, 7 jari-jari lemah mengeras, dan 4 jari-jari lemah.
Jari-jari sirip ventral 1 mempunyai 4-5 jari-jari lemah mengeras dan begitu
juga dengan jari-jari sirip ventral 2. Pada jari-jari sirip Anal mempunyai
50-60 jari-jari lemah. Dan pada jari-jari sirip Caudal mempunyai 10-11
jari-jari lemah. Ikan Selais tidak mempunyai sisik.
4.2.3.
ikan Patin
Ikan
Patin memiliki linea lateralis yang lengkap dan sempurna (merupakan garis lurus
atau melengkung yang memanjang dari sudut atas operculum sampai kebatas pangkal
sirip ekor, menyerupai garis lurus) dengan panjang 20 cm-22 cm. Pada Ikan Patin
yang diamati tidak memiliki sirip dorsal (akibat cacat atau tidak utuh). Pada
jari-jari sirip Pectoral 1 mempunyai 1 jari-jari keras dan 8 jari-jari sirip
lemah, sedangkan pada jari-jari sirip Pectoral 2 memp1 jari-jari keras dan 6
jari-jari sirip lemah. Jari-jari sirip Ventral 1 mempunyai 1 jari-jari keras
dan 5 jari-jari sirip lemah sedangkan pada jari-jari sirip Ventral 2 mempunyai
1 jari-jari keras dan 7 jari-jari sirip lemah. Jari-jari sirip Anal mempunyai 3
jari-jari sirip keras dan 25 jari-jari sirip lemah. Jari-jari sirip Caudal
mempunyai 4 jari-jari sirip keras dan 13 jari-jari sirip lemah. Ikan Patin
tidak memiliki sisik.
5.1. Kesimpulan
Setiap
ikan memiliki keadaan tubuh yang sesuai dengan bagaimana caranya hidup didalam
lingkungannya. Tiap spesies ikan mempunyai ciri-ciri yang berbeda antara
spesies yang satu dengan spesies yang lain. Salah satu perbedaan
dapat dilihat dari jumlah jari – jari sirip, susunan linea
lateralis, bentuk linea lateralis, dan jumlah sisik pada ikan.
Dari
hasil praktikum di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa tidak semua ikan yang
terdapat di alam mempunyai kelima sirip tersebut di atas secara
sempurna. Serta terdapat juga perbedaan yang mendasar rmengenai
jumlah jari-jari keras, lemah mengeras, dan lemah dari sirip ikan tersebut.
5.2. Saran
Dalam
pelaksanaan praktikum, hendaknya praktikan melakukan pengamatan
secara spesifik dan lebih berhati-hati, dalam hal perhitungan jumlah
dan jenis jari – jari pada ikan yang diamati, bentuk dan susunan linea
lateralis, dan jumlah sisik, agar tidak terjadi kesalahan dan dapat
memperoleh hasil yang maksimal.
Anonim,
2006. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNRI. Tidak
diterbitkan
Anonim,
2011. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNRI. Tidak
diterbitkan
Erwan,
2013. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNRI. Tidak diterbitkan
Manda, R., I. Lukystiowati, C.
Pulungan dan Budijono. 2011. Penuntun Praktikum
Ichtyology.Universitas Riau. Pekanbaru.
Martuah,
2011. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNRI. Tidak diterbitkan
Susanto,
H dan Amri, K. 2002. Budi Daya Ikan Patin. Penebar Swadaya. Jakarta.
90 hal.
Triana,
2004. Laporan Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNRI. Tidak diterbitkan
LAMPIRAN
1.Alat-alat Yang Digunakan Selama Praktikum


Buku Penuntun Gunting
Bedah

Pensil Pena
Penggaris Penghapus


Nampan / Baki Serbet
2.
Bahan yang digunakan selama praktikum

Ikan Mas (Cyprinus
carpio)

Ikan Selais (Kryptopterus lais)

Ikan Patin (Pangasius
sutchi)



No comments:
Post a Comment